![]() |
| My Ustadz |
Para imam mazhab tidak bersalah atas kondisi umat saat ini. Pendukung fanatik mazhab-mazhablah yang membuat Islam kehilangan masa jayanya. Masa kenabian telah habis, tetapi ulama-ulama genius akan terus lahir silih berganti sampai akhir zaman. namun mereka tidak dapat memberi sumbangan yang berarti bagi Islam karena pengikut keempat mazhab telah
mencap 'salah dan sesat' pendapat-pendapat yang berbeda dari mazhab-mazhab yang telah ada. Mereka bahkan berkata bahwa di padang Mahsyar nanti, umat Islam yang masuk surga akan membentuk 4 barisan dengan membawa bendera mazhab masing-masing.oh ustadz preman, engkau dikenal sebagai ustadz anti adat di kampung kita. sebenarnya banyak yang tahu bahwa engkau bukan anti adat, tapi anti perbuatan syirik. bagaimana lagi, hampir semua kegiatan adat di kampung kita berbau kemusyrikan.
"Bah, Lihatla pulak calon haji di kampung kita," katamu lagi dilain hari, "banyak yang enggan berangkat ke tanah suci bila belum ditepung tawari. mereka kira ibadah haji tidak sah jika kepalanya belum kena tepung tawar!".
Adat tepung tawar itu sendiri bukanlah kegiatan syirik, yang syirik adalah apabila seseorang yakin ibadah hajinya hanya akan diterima Allah apabila dia sudah ditepung tawari.
"Bukankah orang yang mengetahui hal ini akan refleks menolak adat tersebut?" sahutmu memberi alasan yang memang masuk akal.
Oh ustadz preman, masih banyak lagi adat, kebiasaan, cara hidup, cara beribadah, cara beramal,dan pandangan hidup umat di kampung kita yang engkau nistakan. Ya, mereka kini menjauhimu karena dakwah-dakwahmu yang mereka anggap sebagai bentuk penghinaan kepada nenek moyang dan ulama-ulama terdahulu di kampung kita. Banyak ustadz di kampung kita lulusan pesantren terkenal di Jawa, bahkan dari Universitas Al-Azhar Kairo! tapi mereka tidak seberani engkau. "Katakanlah kebenaran, walaupun itu pahit" khutbah mereka, namun tidak dalam praktek. mereka tidak ubahnya burung berkicau yang hanya menyenangkan di telinga tetapi tidak membawa kebaikan apa-apa selain hati yang senang. Engkau menginginkan lebih dari sekedar itu untuk umat Islam di kampung kita. karena engkau tahu, tak ada satu pun perbuatan yang luput di Hari Pengadilan. engkau tidak ingin melihat mereka sedih dan menyesal di Hari itu, setelah mengetahui bahwa apa yang diajarkan oleh nenek moyang dan Ulama-ulama terdahulu telah menjauhkan mereka dari pintu surga. aku salut padamu oh ustadz preman, dan diam-diam mendukung perjuanganmu. tapi aku tidak seberani engkau, urat malu dan urat takutku begitu besar untuk dapat diputus. aku hanya bisa berdo'a semoga Tuhan meridhai perjuanganmu. Sang Pemelihara Alam Semesta pasti tahu bahwa engkau tidak menginginkan kemahsyuran dan kekayaan dunia dalam menjalankan misimu. jika memang kampung kita begitu bodoh untuk terus menolak dakwahmu, cukuplah Dia yang menjadi saksi atas ketulusanmu mengajak ke Jalan yang Lurus. Amin...

3 comments:
subhanalloh,, semoga kita senantiasa dimudahkan dalam menjalankan perintahNya sesuai Qur'an dan Hadis
Amiin yaa robbal 'alamin
Amin :)
Posting Komentar