G. Ruku'
Setelah selesai
membaca surat/ ayat-ayat al Quran, diam senapas, kemudian Takbir dengan mengangkat tangan seperti
Takbiratul Ihram sambil Ruku'.
Cara Ruku':
meletakkan telapak tangan di atas lutut dengan merenggangkan jari-jari, lurus
dan menghadapkannya ke kiblat, meratakan/mendatarkan punggung dengan kepala,
merenggangkan siku dari lambung. Kepala jangan lebih tinggi dari
punggung/belakang dan jangan pula lebih rendah. (H. R. Muslim; Ahmad, Abu Daud
dan an Nasai)
Lama Ruku', sujud, duduk antara dua sujud dan Iktidal hampir sama. (Muttafaq 'alaih). (Panduan Sholat Lengkap, hlm.129).
Dzikr/Bacaan Waktu Ruku'.
1. Dari 'Aisyah (Muttafaq 'alaih)
Artinya: Maha Suci Engkau ya
Tuhan kami dan Maha Terpuji, ya Allah ampunilah aku.
2. Dari Huzaifah (Riwayat Muslim dan Ashhabus Sunnan)
Artinya: Maha Suci Tuhanku yang Maha Besar.
Dzikr ini tidak baik ditambah dengan kalimat
"Wabihamdihi" karena dhoif.
3. Dari 'Aisyah (Riwayat Muslim)
Artinya: Maha Suci dan Maha Bersih Engkau Tuhan dari
semua sifat yang tidak layak bagi kebesaran-Mu, Tuhan semua Malaikat dan Ruh.
4. Dari 'Auf bin Malik al
Asyja'i (Riwayat Abu Daud, Tirmidzi dan an Nasai)
Terjemahnya: “Maha Suci Tuhan yang mempunyai Keperkasaan, Kerajaan,
Keagungan dan Kebesaran.”
5. Dari
Ali (Riwayat Ahmad, Muslim, Abu Daud dan lain-lain)
“Ya Allah, aku Ruku' bagi-Mu, aku beriman kepada-Mu, berserah diri
kepada-Mu, kepada Engkau aku bertawakkal, Engkaulah Tuhanku, hatiku,
pendengaranku, penglihatanku, darahku, dagingku, tulangku dan urat nadiku
tunduk kepada Allah Tuhan sekalian alam.”
Dzikr pada waktu ruku' tersebut di atas, boleh
salah satu dibaca pada setiap ruku', tiga-tiga kali, sedang No. 5 cukup sekali
saja. Boleh juga digabung 2 macam dzikr atau 3 dalam sekali ruku'.
H. Iktidal
Setelah selesai berdzikr waktu ruku', kembali tegak berdiri
dengan mengangkat tangan seraya mengucapkan tasmi'.
"Semoga Allah mendengar pujian orang yang
memuji-Nya."
Setelah tegak/berdiri lurus, tangan telah
diturunkan, diucapkan kalimat Tahmid (kalimat syukur) yaitu:
"Tuhan kami, untuk-Mu segala pujian," (H. Riwayat Ahmad,
Bukhori dan Muslim)
"Ya Allah Tuhan kami untuk-Mu semua
pujian."
Sebagian Ulama berpendapat bahwa makmum tidak
ikut mengucapkan "Sami'allohu liman hamidah"; berdasarkan hadits dari
Abu Hurairah riwayat Bukhori:
"Nabi SAW bersabda: "Apabila Imam
mengucapkan "Samiallohu liman hamidah" maka kamu ucapkan
"Allohumma Robbana wa lakal hamd".
Menurut Sunnah bahwa kalimat Tasmi' dijaharkan
oleh Imam sedang kalimat Tahmid dibaca sirr (Fiqh Sunnah, I, hlm.137-138).
Setelah mengucapkan kalimat Tahmid disunatkan menambah
dzikr sebagai berikut:
1.
"Ya Allah Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian
sepenuh langit dan bumi dan sepenuhnya apa saja yang Engkau kehendaki sesudah
itu." (Riwayat Muslim)
2.
"Ya Tuhan kami untuk-Mu segala pujian,
pujian yang banyak, baik, lagi penuh berkah di dalamnya."
(R. Bukhori).
3.
"Ya Tuhan
kami untuk-Mu segala pujian sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau
kehendaki sesudah itu. Wahai pemilik pujian dan kemuliaan, benar sekali
pengakuan hamba-Mu, masing-masing kami adalah hamba-Mu. Ya Allah tak ada yang
mampu menghalangi pemberian-Mu, dan tak ada pula yang sanggup memberikan apa
yang Engkau tahan. Dan tak ada gunanya kemuliaan/kebesaran seseorang, hanya
dari Engkaulah sebenarnya kemuliaan." (Riwayat Muslim, No.432).
4.
"Ya Allah,
untuk-Mu semua pujian sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa saja yang Engkau
kehendaki sesudah itu. Ya Allah sucikanlah aku dengan salju, dengan es dan air
dingin. Ya Allah sucikanlah aku dari segala dosa dan kesalahan sebagaimana kain
putih dibersihkan dari kotoran." (Riwayat Muslim, No.431).












0 comments:
Posting Komentar