I.    Sujud

Setelah selesai membaca dzikr dalam iktidal dilanjutkan dengan sujud, yakni lebih dahulu meletakkan kedua lutut, kemudian dua tangan (pilihan jumhur ulama), sedangkan pilihan Imam Malik, Al Auza'i dan Ibn. Hazm, lebih dahulu meletakkan kedua tangan kemudian dua lutut. (Fiqh Sunnah,I, hlm.139)

Anggota Sujud

Dari Abdullah bin Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Aku perintahkan sujud dengan tujuh anggota dan tidak diperbolehkan melapisinya dengan rambut atau pakaian yaitu kening dan hidung (dihitung satu), dua tangan, dua lutut, dan dua tumit (Riwayat Muslim, No.444)


Adab Sujud

1.      Meletakkan hidung, kening dan telapak tangan ke lantai serta merenggangkan tangan/siku dari lambung, sekaligus meninggikan siku. (Riwayat Abu Daud dan Muslim).

2.      Meletakkan kedua telapak tangan setentang dengan bidang bahu, ujung ibu jari setentang telinga. (Riwayat Ibn. Khuzaimah dan Tirmidzi)

3.      Merapatkan dan meluruskan jari-jari tangan diarahkan ke kiblat. Menurut hadits riwayat Al Hakim dan Ibn. Hibban bahwa Nabi SAW apabila ruku' merenggangkan jari-jari tangannya, apabila sujud merapatkannya.

4.      Merapatkan kedua tumit dan ujung-ujung jari kaki dihadapkan ke kiblat. (Riwayat Ibn. Khuzaimah dan Baihaqi dari 'Aisyah).

5.      Jangan meletakkan kedua lengan ke lantai seperti anjing tidur (Muttafaq 'alaih).


Dzikr dan Do'a dalam Sujud

1.      Dari 'Aisyah (Muttafaq 'alaih)


 "Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan kami dan Maha Terpuji, ya Allah ampunilah aku." (Bukhori No.436; Muslim, No.437).

2.      Dari Huzaifah (Riwayat Ahmad, Muslim dan Ashhabus Sunan)



 "Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi"


3.      Dari Abu Hurairah (Riwayat Muslim,No.436)
 "Ya Allah! Ampunilah dosaku semuanya, yang kecil dan yang besar, yang awal dan akhir (yang lama dan yang baru), yang nyata dan yang tersembunyi."

4.   Dari'Aisyah (Riwayat Muslim, No.440)


 "Ya Allah! Aku berlindung dengan ridho-Mu dari murka-Mu, dan dengan perlindungan-Mu dari siksa-Mu; dan aku berlindung dengan Engkau dari Engkau, aku tak dapat menghitung pujian kepada-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu."

5.    Dari 'Aisyah (Riwayat Muslim, No.441)


 "Maha Suci dan Maha Bersih Engkau Tuhan dari segala sifat yang tidak layak bagi keagungan-Mu, Tuhan semua Malaikat dan Ruh."

6.      Dari 'Aisyah (Riwayat Muslim, No.438)
Semenjak turun surat al Nashr, Rasulullah SAW sering membaca do'a dalam ruku' dan sujudnya:
"Maha Suci Engkau ya Tuhanku lagi Maha Terpuji, ya Allah! Ampunilah aku."

7.      Dari Ali bin Abi Thalib (Riwayat Muslim, No.743)
"Ya Allah! Kepada-Mu aku sujud, dengan Engkau aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri, mukaku/jiwaku sujud kepada Tuhan yang menciptakannya, membentuknya, membukakan pendengaran dan penglihatannya, Maha Tinggi Allah sebaik-baik pencipta."

8.      Dari 'Aisyah (Riwayat Muslim, No.439)
"Maha Suci Engkau Tuhanku lagi Maha Terpuji, tidak ada Tuhan selain Engkau”.

9.      Dari 'Aisyah (Riwayat Ahmad)
"Ya Tuhanku, berikanlah ketaqwaan dalam diriku dan sucikanlah jiwaku, Engkaulah sebaik-baik yang mensucikan jiwa, Engkaulah Pembimbing dan Pelindungnya,"

10.   Dari Ibn. Abbas (Riwayat Muslim, No.737 dan Ahmad)

"Ya   Allah!   Berilah   cahaya   dalam   hatiku,   dalam penglihatanku, pendengaranku, di kanan dan di kiriku, di atas dan di bawahku, di hadapan dan di belakangku, besarkanlah cahaya itu bagiku."

11 .  Dari 'Aisyah (Riwayat Muslim, No.440)
"Maha Suci Tuhan yang memiliki keperkasaan, Kerajaan, keagungan dan kebesaran."

12. Dari Abu Musa (Riwayat Al Baihaqi), (Pedoman Sholat, Ash Shiddiqie,   hlm.251-252) (Fiqh Sunnah,I, hlm.142).


"Ya Allah! Ampunilah aku terhadap semua kesalahanku, kebodohanku, keterlaluanku dalam semua urusan dan semua hal yang Engkau lebih mengetahui dari padaku. Ya Allah! Ampunilah aku terhadap semua kesalahanku dalam pekerjaan yang aku kerjakan dengan sungguh-sungguh dan kesalahanku dalam pekerjaan yang aku kerjakan dengan main-main, ampunilah aku baik karena khilaf maupun sengaja, semuanya ada padaku; ya Allah ampunilah aku, dosa-dosaku yang telah lalu dan dosa-dosa yang kulakukan kemudian, dosa-dosa yang aku rahasiakan dan yang aku nyatakan, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau."


 
Demikianlah antara lain dzikr/do'a Nabi Muhammad SAW waktu sujud, baik dalam sholat Fardhu maupun Sunat (Dzikr No.10 sering dibaca Nabi pada sholat Tahajjud)

Dzikr/Do'a No.l sebaiknya jangan ditinggalkan dalam setiap sujud, baik sekali saja dibaca ditambah dengan dzikr lain, atau 3 kali, 5 kali tak usah ditambah dengan dzikr lain; bagus juga walaupun sudah dibaca 3 kali ditambah pula dengan dzikr lain.

Sebaiknya lama setiap sujud berimbang antara sujud pertama dengan sujud kedua dan seterusnya. Pengamalan sedemikian rupa dapat dilakukan bila sholat sendirian, seperti pada sholat Rawatib, Qiyamul Lail dan lain-lain.

Disamping  dzikr-dzikr/do'a-do'a tersebut  dianjurkan pula menambah do'a/permintaan kepada Allah, sesuai hadits:
1.  Dari Abu Hurairah (Riwayat Muslim, No.435).
"Seseorang hamba paling dekat kepada Tuhannya adalah ketika sujud, karena itu perbanyaklah do'a (dalam sujud)."

2.  Dari Ibn. Abbas (Riwayat Muslim No. 433)

"Ketahuilah; aku dilarang membaca Al Quran dalam ruku' dan sujud. Agungkanlah Allah 'Azza wa jalla dalam ruku' dan perbanyaklah do'a dalam sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan."

Cukup jelas tuntunan Nabi kepada umat, supaya memperbanyak do'a waktu sujud, yakni setiap sujud bukan pada sujud terakhir saja. Rasulullah SAW tidak pernah memberi contoh berdo'a sesudah salam.

Perlu dihayati : mengerjakan suatu ibadah harus ada dalil (ayat atau hadits) yang menyuruhnya. Bila tak ada dalil jangan dikerjakan. Berdo'a waktu sujud harus berbahasa Arab dan jangan berupa ayat Al Quran, sebagaimana dapat dilihat contoh dzikr/do'a Nabi waktu ruku' dan sujud.

NB:
Pada hadits riwayat Muslim No. 434, Ali bin Abi Thalib menyatakan: "Aku dilarang Rasulullah SAW membaca Al Quran dalam ruku' dan sujud."

0 comments:

Posting Komentar

Ngeblog Sejak © Mei 2013

Powered by : Blogger