J.   Duduk Antara Dua Sujud

Setelah selesai berdzikr/berdo'a dalam sujud, mengangkat kepala sambil bertakbir dan duduk tegak lurus. Cara duduk adalah duduk iftirasyi yaitu melipatkan kaki kiri dan duduk diatasnya dan menegakkan telapak kaki kanan, menghadapkan ujung-ujung jari kaki kanan ke kiblat, (dari 'Aisyah, riwayat Bukhori dan Muslim).

Pada saat duduk antara dua sujud, telapak tangan kanan di atas lutut kanan dan telapak tangan kiri di atas lutut kiri, jari-jari tangan kiri direnggangkan sedikit (Riwayat an Nasai) atau telapak tangan kanan di atas paha kanan, telapak tangan kiri menempel ke lutut. (Panduan Sholat Lengkap, hlm. 126)

Dzikr/ Do`a di antara Dua Sujud

1.          Dari Hudzaifah (Riwayat an Nasaidan Ibn. Majah):
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ اِغْفِرْ لِيْ
"Tuhanku, ampunilah aku, ampunilah aku." (Diulang-ulang beberapa kali).

2.          Dari Ibn. Abbas (Riwayat Abu Daud):
أَللَّهُمَّ غْفِرْلِيْ ، وَارْحَمْنِيْ، وَعَافِنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ
"Ya Allah! Ampunilah aku, kasih sayangi aku, sejahterakanlah aku, berikan petunjuk kepadaku dan karuniakan rezeki kepadaku."

3. Dari Ibn. Abbas (Riwayat At Turmudzi)
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ
"Ya Allah! Ampunilah aku, kasih sayangi aku, jadikan aku orang yang taat, tinggikan derajatku, karuniakan rezeki kepadaku, berikan petunjuk kepadaku dan sejahterakanlah aku."
(Fiqh Sunnah, I, hlm.142-143; Panduan Sholat Lengkap, hlm.128; Pedoman Sholat. hlm. 252-253).

Do'a/dzikr tersebut boleh dipilih salah satu saja dalam setiap duduk antara dua sujud dan bagus juga digabung No.l dengan No.2 atau No.l dengan No.3.

Apabila sujud agak lama, maka supaya seimbang dengan sujud tersebut, dzikr/do'a No.l dibaca berulang-ulang kemudian digabung dengan No.2 dan No.3. (Dari al Barra', Muttafaq 'alaih) (Panduan Sholat Lengkap, hlm.128-129).

Kemudian bertakbir sambil sujud kedua kalinya, lama sujud seimbang dengan sujud pertama, dzikr/do'a pada sujud kedua boleh berbeda dengan sujud pertama.


Duduk Istirahat

Selesai dari sujud kedua, mengangkat kepala sambil bertakbir, kemudian duduk sebentar (duduk ringan), disebut juga "duduk istirahat" (dari Malik bin al Huwairits, riwayat Bukhori) (Panduan Sholat Lengkap, hlm.129).

Cara berdiri dari duduk istirahat untuk rakaat kedua

Pada duduk istirahat tidak ada berdzikr, dilanjutkan berdiri dengan bersanggah pada kedua telapak kaki dari kedua lutut bersandar kepada kedua paha (jika mudah dilakukan) atau bertumpu ke lantai.
(Dari Malik bin al Huwairits, riwayat Bukhori) (Panduan Sholat Lengkap, hlm. 131).

Berdiri pada rakaat kedua

Sesudah berdiri pada rakaat kedua, baca surat al Fatihah (yang dimulai dari Alhamdu Lillahi Robbil 'alamin), sesudah itu membaca surat Al Quran yang lebih pendek dari yang dibaca pada rakaat kedua letaknya dalam Al Quran sesudah surat yang dibaca pada rakaat pertama.
(Panduan Sholat Lengkap, hlm.254)


K. Duduk Tasyahud Awal

Sifat duduk ini sama dengan duduk antara dua sujud; meletakkan tangan kanan di atas paha kanan, telapan tangan kiri di atas paha kiri, ujung-ujung jari jemari di atas lutut; jari-jari tangan kiri direnggangkan sedikit, menggenggamkan jari-jari tangan kecuali telunjuk, menggelungkan ibu jari ke jari tengah.

Pada saat membaca kalimat "Allah" (illalloh) mengangkat jari telunjuk, menyatukan pandangan mata ke gerakan telunjuk dan membulatkan hati mengisyaratkan ke Esaan Allah SWT. Setelah itu menurunkan/menundukkan jari telunjuk sampai salam. (Hadits dari Az Zubair, riwayat Ahmad, Muslim dan an Nasai) (Fiqh Sunnah,I, hlm. 144)

Bacaan Tasyahud Awal

1. Dari Ibn. Mas'ud (Muttafaq 'alaih)
أَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَاالنَّبِّيُّ وَرَحْمَةُ الله ِ وَبَرَكَاتُهُ، أَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إلاَّ الله ُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
"Segala penghormatan milik Allah, semua ibadah (do'a dan semua kebaikan). Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan kepadamu wahai Nabi, juga rahmat dan berkah-Nya. Semoga kesejahteraan itu tercurah pula kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Saya bersaksi (mengakui) tidak ada Tuhan selain Allah. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya."

2. Dari Ibn. Abbas (Riwayat Muslim)
أَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ ، أَلـسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَاالنَّبِّيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، أَلـسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
"Segala penghormatan, keberkahan, ibadah dan kebaikan milik Allah. Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan kepadamu wahai Nabi, juga nikmat dan berkah-Nya. Semoga kesejahteraan itu tercurah pula kepada kami dan hamba-hamba-Mu yang shalih. Saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah."

3.    Dari Umar bin Khaththab
Hadits ini berstatus Mauquf yang berhukum Rafa'
اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ ، الزَّاكِيَاتُ لِلَّهِ الطَّيِّبَّاتُ لِلَّهِ ، الصَّلَوَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَاالنَّبِّيُّ وَرَحْمَةُ الله ِ وَبَرَكَاتُهُ، أَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إلاَّ الله ُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
"Segala penghormatan, milik Allah semua, semua kesucian milik-Nya. Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan kepadamu wahai Nabi, juga nikmat dan keberkahan dari pada-Nya. Semoga kesejahteraan itu tercurah pula kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya."

Masih ada lagi bacaan Tasyahud lain, masing-masing Tasyahud tersebut cukup salah satu dibaca dalam satu Sholat/Salam.

Tasyahud yang lebih afdlol adalah No.l di atas/dari Ibn. Mas'ud, Muttafaq 'alaih). Namun walaupun No.l yang lebih afdlol, sesekali bagus juga kita baca/gunakan No.2 dan No.3.

Setelah selesai membaca Bacaan Tasyahud Awal, boleh berdo'a berdasarkan
Hadits dari Abdullah, riwayat Bukhori No.456 dan Muslim No.358.

Dalam lafazh Bukhori:           
"Kemudian seseorang boleh memilih do'a yang disukainya, maka berdo'alah dengan do'a yang disukainya itu."

Dalam Lafazh Muslim:                                                                     
"Kemudian seseorang boleh berdo'a dengan do'a yang ia sukai."

Dalam hadits riwayat Ahmad dinyatakan:
"Kemudian hendaklah salah seorang kamu memilih do'a yang paling menarik hatinya, lalu berdo'a kepada Allah yang Maha Gagah lagi Maha Tinggi dengan do'a pilihannya itu."

Dapat dipahami bahwa setelah Tasyahud Awal, baik sekali berdo'a dengan do'a yang paling kita sukai.

Di antara do'a yang sering dido'akan Rasulullah SAW:
1. Dari Abu Hurairoh, riwayat Muslim, No.2330
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ سُوءِالْقَضَاءِوَمِنْ دَرَكِ الشَّقَاءِوَمِنْ شَمَاتَةِ الْأعْدَاءِ، ومِنْ جَهْدِ اْلبَلاَءِ

"Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari suratan taqdir yang buruk, dari ditimpa kecelakaan, dari kegembiraan musuh dan dari tekanan penderitaan," 


2. Dari Abdullah, riwayat Muslim, No. 2343
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى، وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ، وَالْغِنَى
"Ya Allah! Aku mohon kepada-Mu petunjuk, taqwa, terpelihara dari segala dosa dan hidup berkecukupan."

Setelah selesai membaca Tasyahud Awal dan berdo'a bangkit berdiri untuk rakaat ketiga, sambil bertakbir. Setelah berdiri tegak lurus, mengangkat kedua tangan seperti pada Takbiratul Ihram; kemudian meletakkannya di dada.

Kemudian membaca Fatihah, ruku'/membaca dzikr, iktidal/membaca dzikr, sujud/membaca dzikr, sujud lagi/membaca dzikr/do'a, kemudian mengangkat kepala sambil bertakbir kemudian duduk istirahat dan dilanjutkan berdiri untuk raka'at keempat, langsung meletakkan kedua tangan di dada (tidak mengangkat tangan lebih dahulu). Kemudian membaca surat Fatihah, dilanjutkan sebagaimana pada raka'at ketiga; Setelah sujud terakhir pada raka'at keempat dilanjutkan dengan Duduk Tasyahud Akhir.


L. Duduk Tasyahud Akhir

Setelah selesai sujud yang kedua pada raka'at terakhir setiap sholat, maka bangkit seraya bertakbir lalu duduk yang disebut dengan Duduk Tawarruk; yakni meletakkan pantat ke lantai, memasukkan kaki kiri ke bawah kaki kanan, jari-jari kaki kanan ditegakkan kea rah kiblat serta meletakkan tangan seperti pada Tasyahud Pertama (Awal). (Riwayat Bukhori) (Fiqh Sunnah,I, hlm.145).

Sesudah sempurna Duduk Tawarruk, dilanjutkan membaca Tasyahud seperti Tasyahud Awal. Kemudian dilanjutkan membaca Shalawat.

Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW ada beberapa macam, antara lain:

1.        Dari Ka`ab bin Ujrah riwayat Asy-Syafi`i (Musnad,I, Syafii, hlm. 42)
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍّ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّـْيتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَابَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّـكَ حمِيْدٌ مَّـجِيْدٌ

"Ya Allah! Limpahkanlah rahmat-Mu kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, dan limpakanlah pula berkah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau limpahkan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

2.        Dari Abu Mas`ud riwayat Ahmad dan Muslim (Subulus Salam,I, hlm.192)
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍّ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّـْيتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَابَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ فِى اْلعَالَمِيْنَ اِنَّـكَ حمِيْدٌ مَّـجِيْدٌ

"Ya Allah! Limpahkanlah rahmat-Mu kepada Muhammad dan kepada keluarga. Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan kepada Ibrahim dan limpakanlah pula berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan kepada Ibrahim di alam semesta ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.


        3.       Dari Musa bin Ismail riwayat Bukhori (Panduan Sholat Lengkap, hlm.140)
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍّ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّـْيتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ اِبْرَاهِيْمَ اِنَّـكَ حمِيْدٌ مَّـجِيْدٌ اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَابَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ اِبْرَاهِيْمَ اِنَّـكَ حمِيْدٌ مَّـجِيْدٌ
"Ya Allah! Limpahkanlah rahmat-Mu kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan kepada Ibrahim dan keluarga; Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, lagi Maha Mulia. Ya Allah! berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

Baik sekali dibaca berganti-ganti; terkadang No. 1, terkadang No.2 dan terkadang No.3, selama di waktu shalat yang berbeda.

0 comments:

Posting Komentar

Ngeblog Sejak © Mei 2013

Powered by : Blogger