M.   Do'a sesudah Tasyahud Akhir Sebelum Salam

Dari Abu Hurairoh, riwayat Muslim, No.545:
Apabila kamu tasyahud, maka berlindunglah kepada Allah dari 4 hal, kemudian Rasulullah membaca:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَوَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِوَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَاوَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّفِتْنَةِالْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
"Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari bencana kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnah pembohong."

Do'a ini sebaiknya jangan ditinggalkan setiap selesai Tasyahud Akhir, baik Sholat Fardhu maupun Sholat Sunat.

Di samping itu disarankan juga ditambah dengan do'a-do'a lain yang diinginkan, antara lain:

1. Dari Abu Bakar al Shiddiq, riwayat Bukhori, No.455:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْلِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِيْ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
"Ya Allah! Sesungguhnya aku menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang cukup banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa melainkan hanya Engkau; karena itu berikanlah ampunan dari sisi-Mu kepadaku dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

2. Dari 'Aisyah, Muttafaq 'alaih; Bukhori, No.454; Muslim No.546:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَاوَ فِتْنَةِالْمَمَاتِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ
"Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dajjal (tukang bohong), dan aku berlindung kepada-Mu dari bencana kehidupan dan bencana kematian, ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari segala dosa dan hutang."

Ada seseorang bertanya: "Mengapa Tuan sering minta perlindungan dari bencana hutang?" Jawab Nabi SAW: "Sesungguhnya apabila seseorang telah berhutang, biasanya sering berdusta dan bila berjanji mungkir janji."

3. Dari Ali, riwayat Muslim:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ، وَمَاأَخَّرْتُ، وَمَاأَسْرَرْتُ وَمَاأَعْلَنْتُ، وَمَاأَسْرَفْتُ، وَمَاأَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ، وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَاِلَهَ إِلاَّأَنْتَ
"Ya Allah! Ampunilah aku atas semua yang telah aku lakukan, dan yang akan aku lakukan, yang aku kerjakan secara sembunyi; dan yang aku kerjakan secara terang-terangan, juga perlakuanku yang boros, serta segala sesuatu yang Engkau lebih mengetahui daripada diriku sendiri, Engkaulah yang mendahulukan, Engkau pula yang membelakangkan, tidak ada Tuhan selain Engkau."

4. Dari Ibn. Mas'ud, riwayat Ahmad dan Abu Daud:
 اللَّهُمَّ أَ لِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِينَ بِهَا قَابِلِيهَا وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا
"Ya Allah! Lembutkanlah hati kami, perbaikilah hubungan kami, tunjukilah kami jalan lurus/jalan kebahagiaan, lepaskanlah kami dari kegelapan ke alam kehidupan yang cerdas, jauhkanlah kami dari perbuatan-perbuatan keji baik yang lahir maupun yang bathin; berilah keberkatan bagi kami baik pada pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, pasangan kami dan anak cucu kami, berilah ampunan bagi kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang; jadikanlah kami orang-orang yang mensyukuri nikmat-nikmat-Mu, memuji Engkau dalam menerima nikmat-nikmat tersebut dan sempurnakanlah nikmat-nikmat itu bagi kami."
(Fiqh Sunnah,I, hlm.148)

5. Dari Umar bin Sa'ad riwayat Ibn. Abi Syaibah dan Ibn. Manshur bahwa Ibn.  Mas'ud mengajarkan do'a sesudah Tasyahud:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَاعَلِمْتُ مِنْهُ وَمَالَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ ،مَاعَلِمْتُ مِنْهُ وَمَالَمْ أَعْلَمْ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَاسَأَلَكَ بِهِ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَّرّمَااسْتَعَاذَكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu semua kebajikan yang telah kuketahui dan yang belum kuketahui. Dan aku berlindung kepada-Mu dari semua kejahatan yang kuketahui dan yang belum kuketahui. Ya Allah! Aku mohon kepada-Mu sebaik-baik yang dimohonkan kepada-Mu oleh hamba-hamba-Mu yang shalih-shalih, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah diminta perlindungan dari padanya oleh hamba-hamba-Mu yang shalih-shalih. Tuhan kami berikanlah kepada kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka."

6. Dari Sa'ad bin Abi Waqqash, riwayat Bukhori:
اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بِكَ مِنَ البُخْلِ، وَأَعوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ، وَأعُوذُ بِكَ أنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ العُمُرِ، وَأعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ
"Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir dan berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan berlindung pula kepada-Mu dari terperangkap ke dalam seburuk-buruk umur, serta berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur."

7.  Dari Ibnu Umar, dikeluarkan oleh Muslim:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
"Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kehilangan nikmat-Mu, bertukar perlindunganmu, bencana secara tiba-tiba dan dari semua murka-Mu."
(Syarh Bulughul Maram,IV, hlm.405)

8.  Dari Abu Hurairoh, dikeluarkan oleh Muslim:
للَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي اَلَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ اَلَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي اَلَّتِي إِلَيْهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ اَلْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ اَلْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
"Ya Allah! Jadikanlah tambah baik agamaku, agama itulah menjadi pedoman dalam urusanku, jadikanlah tambah baik duniaku, di dalamnya kehidupanku, jadikanlah tambah baik amal-amal untuk akhiratku, akhirat itulah tempat kembaliku; jadikanlah kehidupanku menambah kebajikanku dan jadikanlah matiku terhindar dari semua kejahatan."

Di samping do'a-do'a tersebut diperkenankan pula berdo'a menurut yang kita inginkan seperti mendo'akan ibu-bapak, istri/suami, anak-anak, cucu, saudara kandung, guru, famili dan lain-lain.

Memanjatkan do'a sesudah Tasyahud sebelum salam, boleh berupa ayat Al Quran; sebagaimana sering dido'akan oleh Rasulullah SAW:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat dan peliharalah kami dari azab neraka."


Do'a untuk ibu-bapak, anak-anak dan lain-lain:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيصَغِيْرًاوَلِزَوْجَتِي وَأَوْلَادِي
وَإِخْوَتِي وأَخَوَاتِي وَمُعَلِّمِيَّ وَقِرَابَتِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
"Ya Allah! Ampunilah aku dan kedua ibu-bapakku, kasih sayangilah keduanya sebagaimana keduanya telah mendidik saya dengan penuh kasih sayang sejak kecil, ampuni pulalah isteriku, anak-anakku, saudara-saudaraku (laki-laki, perempuan); guru-guruku dan kerabatku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Kasih Sayang."




N. Salam

Setelah selesai berdo'a, ucapkanlah salam dua kali, sekali ke kanan dan sekali ke kiri; sampai kelihatan pipi kanan dan pipi kiri oleh orang yang di belakang. Ketika hendak bersalam, lepaskanlah genggaman tangan kanan, ulurkan jari-jari di atas paha.

 Lafazh Salam:
1.          Menurut riwayat Al Bukhori, Muslim An Nasai dan At Turmudzi:
السلام عليكم ورحمة الله
"Semoga Allah mencurahkan kesejahteraan dan rahmat-Nya kepadamu."

2.          Menurut hadits dari Wail bin Hujr riwayat Abu Daud dengan Sanad yang Shahih
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
"Semoga Allah mencurahkan kesejahteraan, rahmat dan keberkahan-Nya kepadamu."

Dalam hal ini sebagian ulama menyukai lafazh salam No.l dan sebagian lagi menyukai No.2 (Pedoman Sholat Hasbi Ash Shiddiq, hlm.263 dan Terjemahan Bulughul Maram, hlm.138).

0 comments:

Posting Komentar

Ngeblog Sejak © Mei 2013

Powered by : Blogger