D. Membaca Ta'awwudz/Isti'adzah

Setelah selesai membaca Do'a Iftitah disunatkan membaca Ta'awwudz secara sirr (dengan suara dipelankan):

 أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

"Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithon vang terkutuk".

Atau:             اللهم أنى أعوذ بك من الشيطان الرجيم من همزه، ونفثه، ونفخه                      

"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari gangguan syaithon yang terkutuk,dari bisikannya, rayuannya dan hembusannya."
(Hadits dari Nafi', riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibn. Majah dan Ibn Hibban)

membaca Ta'awwudz hanya pada rakaat pertama saja.


E. Membaca Al Fatihah
  


F. Membaca Beberapa Ayat Al Quran

Setelah selesai membaca surat al Fatihah disunatkan membaca beberapa ayat Al Quran pada raka'at pertama dan kedua. Rasulullah SAW telah memberi contoh kepada shahabat/umat, tentang gambaran jumlah ayat yang dibaca, sifat bacaan dan lain-lain; antara lain dikemukakan sebagai berikut:

1.   Pada Sholat Zhuhur
 Terkadang Rasulullah SAW bacaannya panjang/lama. Kata Abu Said:  “Rasulullah berdiri selama perjalanan seseorang dari Masjid Nabawi ke Baqi' menyelesaikan urusannya sebentar, lalu pulang ke rumah (dekat mesjid) kemudian berwudhu', baru pergi ke mesjid, didapatinya Rasulullah SAW masih berdiri pada raka'at pertama”. (Riwayat Muslim). Terkadang membaca surat al A`la, terkadang al Lail, al Buruj, al Thoriq dan lain-lain.

2.   Pada Sholat 'Ashar
Panjang ayat yang dibaca adalah setengah dari yang dibaca pada sholat Zhuhur (yang panjang pada sholat Zhuhur) atau sama dengan yang dibaca waktu Zhuhur (yang pendek pada sholat Zhuhur).

3.   Pada Sholat Maghrib
Pada sholat Maghrib, Rasulullah SAW membaca al A'raf dalam dua raka'at; Terkadang al Mursalat atau at Thur. Terkadang al A`la atau at Thin atau al Falaq atau An Nash. (H. Riwayat Bukhori, Muslim dan Ashabus Sunan).

Maka berkekalan membaca surat-surat yang pendek atau tiga-empat ayat saja dari surat yang panjang berarti menyalahi Sunnah (Fiqh Sunnah,I, hlm.131).

4.   Pada Sholat 'Isya
Pada sholat 'Isya Rasulullah SAW membaca at Thin, al Syams, al Lail; al A'la, al Insyiqaq, dan yang semisal surat-surat tersebut. (H. R. Muslim).


5.   Pada Sholat Shubuh
Pada sholat Shubuh, Rasulullah SAW membaca Qaf, ar Rum, al Taqwir, al Mukminun sampat ayat 45 (raka'at I). Selain itu, Nabi biasanya membaca al Mukminun 60 s/d 100 ayat pada sholat Shubuh. (H. R. Muslim). Pada sholat Shubuh hari Jum'at, Nabi Muhammad SAW sering membaca surat Alif Lam Mim Tanzil pada raka'at pertama dan al Dahr (al Insan) pada raka'at kedua. (H. R. Bukhori, No. 555, dari A-bu Hurairoh).

6.   Pada Sholat Jum'at
Pada sholat Jum'at, Rasulullah SAW membaca surat al Jum'at pada raka'at pertama dan al Munafiqun atau al Ghasyiah pada raka'at kedua; atau al A'la pd rakaat I dan al Ghasyiah pada raka'at II.

Adapun mempersingkat qiraat yakni membaca akhir-akhir surat sama sekali tidak pernah dilakukan Nabi, siapa yang melakukannya berarti menyalahi petunjuk Nabi.

7.   Pada sholat Hari Raya
Pada Sholat Hari Raya, Rasulullah SAW membaca surat Qaf pada raka'at I dan al Qomar pada raka'at II atau surat al A'la pada raka'at I dan al Ghasyiah pada raka'at II.

Rasulullah SAW tidak menentukan surat yang harus dibaca dalam setiap sholat, kecuali pada sholat Jum'at dan Hari Raya. (Fiqh Sunnah, I, hlm. 131-132).
Adapun pada shalat Fardhu tidak ada ketentuan surat-surat apa saja yang harus dibaca.

Surat-surat yang biasa dibaca Rasulullah SAW pada masing-masing sholat Fardhu seperti tersebut di atas adalah sebagai gambaran dan contoh bagi umat tentang qiraat ayat-ayat Al Quran yang sebaiknya dilakukan dalam sholat Fardhu yang lima waktu.

Sifat-sifat Qiraat Ayat-ayat Al Quran Dalam Sholat Jahriah

1.     Melembutkan suara, dengan suara sedang.
Firman Allah pada surat al Isra ayat 110



"Janganlah kamu menguatkan suaramu dalam shalatmu dan jangan pula merendahkannya; carilah jalan tengah diantara keduanya."

2.     Ayat yang dibaca pada rakaat I lebih panjang dari yang dibaca pada raka'at II. Umar membaca 120 ayat surat al Baqoroh pada rakaat I dan surat-surat sekitar 60 s/d 80 ayat pada rakaat II. Ibn. Mas'ud membaca 40 ayat surat al Anfal dan surat pendek pada rakaat II.
3.     Ayat yang dibaca pada rakaat I sebaiknya dari awal surat; bila tidak habis dibaca pada rakaat I, disambung pada rakaat II.
Tidak diperoleh keterangan bahwa Rasul pernah memulai bacaannya dari pertengah ayat.

4.     Ayat yang dibaca pada Sholat Shubuh sebaiknya jauh lebih panjang dari ayat-ayat yang dibaca pada sholat Fardhu lain; hal ini dilakukan mengingat:
a.     Sholat Shubuh hanya 2 raka'at
b.     Kondisi fisik masih segar
c.     Belum disibukkan dengan kesibukan duniawi
d.     Lebih tekun/khusyu' mendengarkan dan menghayati qiraat Al Quran.

5.  Membaca ayat jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lambat.
(Fiqh Sunnah,I, hlm. 132-134).

Tambahan: Tentang Imam meringankan/memendekkan qiraat.

Meringankan/memendekkan qiraat adalah suatu pengertian yang relatif. Setelah Rasulullah SAW menyuruh siapa yang menjadi Imam meringankan bacaan qiraat, Rasulullah SAW membaca surat al Mursalat pada sholat Maghrib. (Shahih Muslim).
Dalam hadits riwayat an Nasai dan lain-lain dari Ibnu Umar r.a. dia berkata: "Rasulullah SAW menyuruh kami supaya meringankan qiraat, setelah itu Rasulullah mengimami kami, dia membaca surat al Shaffat. (Fiqh Sunnah,I, hlm. 132).
Dapat dipahami bahwa surat al Mulk berjumlah 30 ayat, panjang setiap ayat tergolong sedang, membaca surat ini pada rakaat pertama saja masih tergolong qiraat ringan. Kita tahu bahwa pada masa Nabi dan kapan saja pada waktu shalat berjama'ah selalu ada di antara jamaah berusia lanjut, lemah dan mempunyai urusan.

2 comments:

Anonim mengatakan...

Kok bagian E ga ada penjelasan..?

Rizal Ma'ruf Amidy Siregar mengatakan...

Bagian E butuh postingan khusus untuk membahasnya, jadi saya sengaja tidak memberikan penjelasan untuk saat ini.

Posting Komentar

Ngeblog Sejak © Mei 2013

Powered by : Blogger