Generasi 'Sadar Branding', Menyongsong Peradaban Kamera
Penulis: Prof Rhenald Kasali, PhD
Halaman: 396 halaman
Penerbit: PTGramedia Pustaka Utama
Di depan kamera, kita menata kemasan, display, toko, rumah, produk, dan wajah kita. Begitu kamera dimatikan, manusia berhenti ber-akting, melemaskan otot-ototnya kembali apa adanya
Prof. Rhenald Kasali, Ph.D dalam buku terbarunya
tentang 'camera branding' menyoroti fenomena yang terjadi
dalam industri pertelevisian dewasa ini; cameragenic dan auragenic Di mana kita hidup dalam peradaban kamera dan Social TV yang membuat seseorang menunjukkan karakter berbeda dari aslinya saat berada di depan kamera. Layar kaca yang dulu didominasi oleh televisi kini berevolusi dengan hadirnya layar kaca baru; desk komputer, komputer jinjing, komputer tablet, dan smartphone. Setiap orang bisa menyebarluaskan berita dan gambar dengan cepat bahkan memanipulasi. Dapat dikatakan saat ini tak ada orang yang berpergian tanpa membawa kamera dan setiap orang juga punya kesempatan menempatkan dirinya pada sebuah 'galeri' layar kaca Setiap orang tiba-tiba menjadi sadar 'branding'.
Di depan kamera tak ada gesture dan content yang jujur kecuali candid/hidden camera. Sehingga muncul kerinduan terhadap otentisitas atau sesuatu yang genuine dan prososial. Jokowi - Ahok adalah simbol otentik yang dirindukan masyarakat karena memiliki auragenic yang kuat dan genuine.
Camera branding merupakan kajian terhadap sekitar 1200 berita televisi (news, infotainment, dan bisnis) dipadukan dengan respon publik di media sosial dalam kurun waktu 2007-2013.

0 comments:
Posting Komentar