Rokok Identik dengan Lelaki?

Judul: Perempuan Berbicara Kretek
Penulis: Abmi Handayani, dkk
Halaman: 320 Halaman
Penerbit: Indonesia Berdikari

Dalam keseharian masyarakat dengan sistem patriarki, ada banyak hal yang dianggap tidak pantas dilakukan
perempuan. Namun dengan leluasa dilakukan lelaki tanpa ada pandangan miring. Melihat lelaki merokok akan dinilai biasa saja, sebaliknya, label ‘tidak baik’, ‘nakal’, kerap diberikan pada perempuan yang terlihat sedang merokok.
 
Buku ini berawal atas inisiatif aktifis perempuan Komunitas Kretek dari berbagai daerah yang memiliki kepedulian terhadap kretek. Dimana industri kretek telah banyak menyediakan lapangan pekerjaan bagi kaum perempuan. Meski demikian, para penulis dalam buku ini tidak semuanya perokok. Mereka resah dengan stigma, label, cap, yang diberikan pada perempuan perokok. Mereka juga resah dengan ancaman gerakan anti kretek, industri penopang ekonomi nasional. Dimana imbas dari gerakan tersebut, akan banyak perempuan tidak bisa lagi mencari penghasilan dari keterlibatannya dengan industri kretek.
 
Bagian pertama dalam buku ini bercerita tentang kehadiran kretek dalam keseharian perempuan Indonesia. Kedua, Perempuan di Simpang Stigma.Inilah bagian yang paling menarik! Terdapat banyak cerita tentang stigma yang diterima oleh para perempuan perokok. Diantaranya seperti: Perempuan Juga (Berhak) Merokok, Rokok Itu Berjenis Kelamin Laki-laki, Rokok dan Jilbab. Bagian ketiga, munculnya fatwa haram tentang rokok, bahwa kretek sedang menghadapi tantangan sendiri. Terakhir, di bagian keempat membahas kehadiran kretek sebagai warisan budaya bangsa.

0 comments:

Posting Komentar

Ngeblog Sejak © Mei 2013

Powered by : Blogger